Rabu, 19 Oktober 2011

proposal


BAB I
Pendahuluan

I.                    Latar Belakang
Siswa adalah bagian terpenting dalam sebuah sekolah. Kualitas sekolah dapat dilihat dari berapa banyak orang yang berminat untuk mendaftar. Sistem pendaftaran merupakan hal terpenting dalam penerimaan siswa baru. Sistem pendaftaran yang baik akan mempermudah sebuah sekolah untuk melaksanakan penerimaan siswa baru. Namun belum demikian yang terjadi di SMA Negeri 1 Gondang.  SMA N 1 gondang masih menggunakan sistem pendaftaran manual yang menyebabkan antrian panjang bagi calon siswa baru yang akan mendaftar dan juga pengolahan data yang membutuhkan banyak orang.
Untuk mengatasi masalah tersebut SMA N 1 Gondang membutuhkan sistem pendaftaran online yang membantu pelaksanaan penerimaan siswa baru. Dengan sistem pendaftaran online, calon siswa baru juga akan lebih mudah mendaftar. Dengan sistem pendaftran online tersebut, pihak sekolah juga akan lebih mudah mengelola data calon mahasiswa baru dan kemudian dengan otomatis meranking NUN yang menjadi syarat utama pendaftaran.
Dengan adanya sistem pendaftaran online ini diharapkan akan lebih banyak calon siswa baru yang akan mendaftar dan menjadi nilai tambah bagi SMA N 1 Gondang karena memanfaatkan teknologi dalam penerimaan siswa baru.

II.                 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, dapat diketahui masalah yang berkaitan dengan pemrograman enterprise. Oleh krena itu, dalam penulisan tugas akhir ini diusulkan untuk pembuatan sistem pendaftaran online yang akan menyelesaikan masalah diatas.

III.               Tujuan dan Manfaat
Proyek sistem pendaftaran online ini dibuat untuk mempermudah pihak sekolah dalam mengelola data calon siswa baru dan kemudian dengan otomatis meranking NUN. Juga untuk mempermudah calon siswa baru untuk mendaftarkan diri di sekolah yang dimaksud.

IV.               Batasan Masalah
Adapun batasan masalah dari sistem ini adalah :
1.       Sistem pendaftaran online ini hanya menampung data dari calon siswa baru dan kemudian diolah dan di ranking dari NUN tertinggi sampai terendah kemudian  diumumkan secara online.
2.       Calon siswa baru hanya dibantu dalam mendaftarkan diri di SMA yang dimaksud dan memperoleh nomor pendaftaran, dan calon siswa harus datang ke sekolah yang dimaksud untuk mengumpulkan NUN asli dan print out formulir pendaftaran yang sudah diisi secara online. Dengan demikian calon siswa dinyatakan sah sebagai pendaftar.

V.                 Metode Penelitian
Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.       Studi perpustakaan
Studi perpustakaan yang dimaksud adalah pengumpulan bahan-bahan referensi baik dari buku, artikel, jurnal, maupun sistem yang sudah ada yang berhubungan dengan sistem pendaftaran online agar bisa menunjang penelitian tersebut.
2.       Analisis sistem dengan penelitian ke lapangan.
Dilakukan riset secara langsung untuk mendapatkan data yang akurat dari sekolah yang dimaksud.
3.       Perancangan desain sistem, meliputi :
a.       Perancangan DFD
Perancangan DFD untuk menggambarkan alur data dari sistem yang dirancang secara logika tanpa mempertimbangkan linkungan fisik dimana data tersebut.
b.       Perancangan  Database
Perancangan database untuk penyimpanan data yang didapat dari inputan sistem yang dibuat.
c.       Perancangan Menu
Perancangan menu merupakan tahapan untuk  membuat tampilan yang akan dimunculkan saat pengguna melakukan sebuah koneksi agar dapat mendaftar dengan mudah dan mengolah data dengan mudah bagi pengelola.
d.       Perancangan interface
Perancangan interface merupakan tahapan untuk membangun bentuk antar muka pemakai dengan sistem dalam menjalankan aplikasi, sehingga pemakai mendapat kemudahan dalam menggunakan sistem tersebut.  Perancangan interface tersebut meliputi perancangan input dan output.
4.       Implementasi sistem
Sistem diimplementasikan menggunakan software Macromedia Dreamweafer.
5.       Pengujian dan analisis sitem
Pada tahap ini akan dilakukan pengujian sistem, untuk mencari kesalahan-kesalahan sehingga dapat diperbaiki. Kemudian akan dilakukan analisis terhadap fokus permasalahan penelitian, apakah sudah sesuai seperti yang diinginkan.
6.       Pendokumentasian dan pelaporan sistem
Pembuatan laporan lengkap dengan analisis.


VI.               Spesifikasi
1.       Hardware yang digunakan meliputi seperangkat komputer lengkap dengan printer atau laptop dan modem atau koneksi internet.
2.       Software yang digunakan adalah :
-          Microsoft Word untuk penulisan laporan
-          Rational Rose untuk perancangan DFD
-          Macromedia Dreamweafer untuk membuat program dan pembuatan interface yang menggunakan bahasa pemrograman PHP
-          Web browser
-          XAMPP PHPMyAdmin untuk membuat database.

VII.            Sistematika Penulisan
1.       Bab I Pendahuluan
Bab pendahuluan berisikan latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan masalah tentang apa yang akan diberikan didalam penulisan ini, maksud dan tujuan dari penulisan, metode penelitian serta sistematika penulisan.
2.       Bab II Tinjauan Teriotis
Bab ini menjelaskan tentang tinjauan teoritis yang meliputi pengertian Pemrograman Enterprise
3.       Bab III Analisis dan Perancangan Sistem
Bab ini menjelaskan tentang analisis dan perancangan sistem pendaftaran online yang dibuat
4.       Bab IV Implementasi
Bab ini menjelaskan implementasi dari hasil analisis dan perancangan sistem pendaftaran online
5.       Bab V Kesimpulan
Bab ini merupakan bab terakhir yang mencakup kesimpulan dan saran.


Jumat, 23 September 2011

Penyalahgunaan Internet dan Jejaring Sosial

Jejaring sosial, setiap orang pasti sudah tidak asing lagi dengan kalimat ini. Dari kalangan anak-anak, pelajar baik SD, SMP, SMA, mahasiswa, bahkan pengusaha dan ibu rumahtangga pun menggunakan situs ini. Banyak sekali macamnya, salah satunya Facebook, dimana saya sendiri juga menggunakan situs tersebut.  Facebook sangat bermanfaat sekali bagi sayan maupun bagi masyarakat lain, apabila digunakan dengan baik dan tahu batasan-batasan penggunaannya. Tetapi Facebook dan jejaring sosial lainnya juga bisa jadi malapetaka bagi pengguna jika disalahgunakan.
Salah satu contoh penyalahgunaan Facebook yaitu penyebaran foto-foto yang tidak sopan, perceraian, bahkan penipuan. Saya punya cerita tentang penipuan di Facebook,
beberapa hari yang lalu, Teman saya Noni menerima chat dari salah satu teman di FBnya, namun yang mengoperasikan FB itu bukan pemilik aslinya, sehingga FB tersebut disalahgunakan untuk penipuan, dalam chat-nya dia minta dibelikan pulsa, intung saja Noni sudah tahu kalau itu adalah pemilik gadungan, karena sudah banyak yang tertipu dengan orang yang sama. Jadi kita juga harus sangat hati-hati bila ada orang yang meminta macam-macam lewat FB.

Dan lagi ada satu cerita tentang teman dari mama saya yang hampir saja mengakhiri rumahtangganya karena FB. Intinya dia selingkuh lewat FB dengan orang yang dikenal lewat FB juga. Ada lagi cerita yang sama saya dapat saat saya naik kereta api dan berjumpa dengan seorang ibu-ibu yang katanya juga baru ketemuan  dengan kenalannya lewat FB dan cerita yang sama juga keluarganya juga berantakan.
Nah inilah kalau kita menyalahgunakan FB. dibawah ini juga masih ada banyak dampak-dampak penyalahgunaan FB.
  • Kekurangan waktu untuk belajar dan mengerjakan tugas.
  • Kekurangan waktu untuk bersosialisasi dan berinteraksi secara langsung denagn orang lain.
  • membuat lupa waktu sehingga pola hidup tidak teratur.
  • Masyarakat terbiasa melakukan hal-hal dengan praktis seehingga tidak termotivasi untuk melakukan hal-hal yang sulit.
  • Pola finansial yang terkesan membuang-buang uang.
  • Membuat seseorang mengalami kesulitan membedakan hal-hal nyata yaitu gejala penyakit Neurotik Skizo ferenia.
  • Membuat orang menjadi ingin tau urusan orang lain.
  • Beredar banyak kata-kata kasar.
  • Pamer.
  • Sering dijadikan untuk membicarakan narkoba dan seks.
  • Menyebabkan gejala kenarsisan.
  • Penipuan.
  • Perjudian.
  • Dll.
Diatas tadi adalah sebagian kecil dampak negatif dari penyalahgunaan FB. Terlebih lagi jika kita berbicara tentang Internet sangat banyak sekali situs-situs yang tidak baik yang beredar dengan bebas.
Pernah saya baca artikel di sebuah situs (lupa situsnya), ada warnet yang sudah menggunakan filter yang bertujuan untuk menyaring situs-situs apa saja yang layak atau tidak untuk dikunjungi, dan hal ini pasti sangat berpengaruh sekali untuk mengurangi dampak-dampak negatif dari internet. Mungkin di postingan saya selanjutnya akan saya bahas tentang ini.
jadi kesimpulan saya, ini semua tergantung  pada pribadi masing-masing, jika kita ingin mendapatkan dampak positif, maka kita lakukan hal-hal yang positif juga di dunia yang tidak nyata itu.

Senin, 12 September 2011

Berusaha Mengerti

Ammmmpuuuuuuuuuunnnnnn!!!!!!!!!
Kuliah Jaringan Komputer 2 membuatku pusing...
Menghitung IP dkk.nya sungguh2 aku g mudeng... Gmn ya caranya biar mudeng, aku dah berusaha ngerti, tapi kok gag ngerti2.. :(
Tuhan.. tolong meika untuk mengerti Jaringan Komputer.... TT_TT

Minggu, 11 September 2011

Psikologi Musik

Dalam Musik terdapat beberapa elemen :

   -  Bunyi/suara (dasar)
    * gelombang/getaran di udara yang membuat udara menghasilkan suatu frekuensi.
    - Nada
    * suara/bunyi yang sudah mempunyai ukuran yang baku.
    Ex : C-D-E-F-G-A-B-C
   -  Melodi
    * Rangkaian nada-nada
   - Harmoni
    * nada-nada yang dibunyikan bersama-sama dan mempunyai nuansa.
   -  Beat/tempo
    * hitungan/waktu dalam musik
   -  Ritme
    * Ketukan yang diulang-ulang
    - Dinamika
    * kemampuan dalam membuat emosi dalam lagu/musik.



Kegunaan Musik
  •   Menambah motivasi 
  •   Hiburan
  •     Relaksasi
  •     Mood
  •     Emosi
  •     Terapi Kesehatan
  •     Meningkatkan kecerdasan
  •     Membuat rasa Percaya diri
  •     Mengurangi rasa sakit
  •     Mengurangi rasa stress

Penyalahgunaan Musik

  •      Dalam hal kesehatan (Jantungan, Mual, Keguguran)
  •     Alkoholisme
  •     Bunuh diri
  •     Gila
  •     Kebosanan
  •     Stress

Musik sangat berpengaruh bagi manusia, kerena Ritme dan Beat mempengaruhi detak jantung; Dinamika mempengaruhi emosi seeorang; Nada, Melodi dan Harmoni mempengaruhi nilai intelektual seeorang.

Disarankan, seeorang mendengarkan musik setiap hari min 1 jam. (musik Klasik:mempengaruhi kecerdasan, jazz, pop, bluess).

Psikologi Musik Rohani Kristen

(Worship Leader kususnya harus mampu):

     Mengimajinasikan musik
    harus mempunyai dasar bermusik yang benar. (teori maupun praktik/keahlian bermusik)
    * WL harus bisa mengakomodasi semua agar jadi musik yang hidup dalam ibadah.
       meliputi
       BAND :
       Drum : detak jantung musik
       Bass : Aliran darah musik
       Gitar, Keyboard : emosi
       Instrumen
       SINGER, CHOIR, Creative Ministry, Body Voice.
    WL harus memilih musik dengan mempunyai kesan/tujuan.



Teori-teori Musik

     Ritme,beat, tempo -> berhubungan dengan waktu
        Tempo Cepat (Praise) = Alegro
        Tempo Sedang / Midle = Moderato
        Tempo Lambat (Worship) = Andante
    
    Dinamika
    suatu unsur musik dalam pengekspresian yang berhubungan dengan suara.
    Suara :
        Keras = Forte
        Sedang = Mezzo Forte/Mezzo Piano
        Lembut = Piano
    

Istilah-istilah dalam bermusik :
    Modulasi
    * Perpindahan nada ke nada berikutnya (naik)
    Kunci = tangga nada
    Kunci : C, G, F
    Tangga Nada : C-D-E-F-G-A-B-C
    Stakato
   * Pemotongan dengan cepat dan tajam.(penekanan)
    Aksen
    * Penekanan Melodi
    Ritadando
    * Pengembangan tempo dalam satu nuansa besar dan dalam hitungannya. (Membuat efek yang megah).
    Singkopation
    * Perubahan ritme dengan tempo cepat dan mendadak.
    Coda
    * Ending dari sebuah lagu yang bisa diulang-ulang
    Repeat
    * Pengulangan
    Interlude
    * Pengembangan dan suatu jembatan dalam masuk ke bagian musik.
    - Membuat melodi-melodi berfariasi
    Bridge
    *Jembatan kecil (bait ke corus/reff)
    Intro
    * Melodi awal lagu
    Cresendo
   *  Suatu dinamika dari suara lembut menuju keras
    Decresendo
    * Suatu dinamika dari suara keras ke lembut.
    Tangga nada Minor
    * Tangga nada yang mempunyai kesan/nuansa sedih, dramatis.
    Tangga nada Mayor
    * nuansa ceria,senang.
    Atempo
    * Kembali ketempo semula
    Fermata
    * Nada tersebut ditahan
    Flasetto
    * Kemampuan suara dari interfal satu ke interfal yang lain dengan register yang cukup jauh.
    Register
    * Hitungan/ jangkauan suatu nada
    Canon
    * Suara yang saling bersahut-sahutan
    Head Voice
    * Kemampuan suara yang harus dilatih. kemampuan suara tinggi lebih dari manusia umumnya. (seriosa).
    Vibrasi
    * Hasil suara getar dari diafragma yang benar.


Vocal manusia punya reign masing-masing.
- Sopran
- Alto
- Tenor
- Bass
- Dll

Karakter suara menentukan ketebalan suara dan sangat berpengaruh dalam pemilihan lagu.

Disampaikan oleh:
Bp. Rio (GBI Keluarga Allah Yogyakarta)
Jumat, 9 Sepember 2011
Pelatihan WL

Sabtu, 10 September 2011

When You Believe

Whitney:
Many nights we prayed, with no proof anyone could hear
In our hearts a hopeful song, we barely understood
Now we are not afraid, although we know there’s much to fear
We were moving mountains long, before we knew we could

Chorus:
There can be miracles, when you believe
Though hope is frail, It’s hard to kill
Who knows what miracles, you can achieve
When you believe, somehow you will
You will when you believe

Mariah:
In this time of fear, when prayer so often proves in vain
Hope seems like the summer birds, too swiftly flown away
Yet now I’m standing here, my heart so full I can’t explain
Seeking faith and speaking words, I’d never thought I’d say

Chorus:
There can be miracles, When you believe (When you believe)
Though hope is frail, It’s hard to kill
Who knows what miracles, You can achieve (You can achieve)
When you believe, somehow you will
You will when you believe

Bridge: (Both)
They don’t always happen when you ask
And it’s easy to give into your fear
But when you’re blinded by your pain
Can’t see you way clear through the rain
A small but still resilient voice
Says help is very near

Chorus: (Both)
There can be miracles (miracles)
When you believe (When you believe)
Though hope is frail
It’s hard to kill
Who knows what miracles
You can achieve (You can achieve)
When you believe
Somehow you will
Somehow you will
You will when you believe
You will when you, you will when you believe
Just believe, just believe
You will when you believe

Kamis, 08 September 2011

Two-Phase Method

There are two standard methods for handling artificial variables within the simplex method:
  • The Big M method
  • The 2-Phase Method
Although they seem to be different, they are essentially identical. However, methodologically the 2-Phase method is much superior. We shall therefore focus on it.
The 2-Phase method is based on the following simple observation: Suppose that you have a linear programming problem in canonical form and you wish to generate a feasible solution (not necessarily optimal) such that a given variable, say x3, is equal to zero. Then, all you have to do is solve the linear programming problem obtained from the original problem by replacing the original objective function by x3 and setting opt=min.
If more than one variable is required to be equal to zero, then replace the original objective function by the sum of all the variables you want to set to zero.
Observe that because of the non-negativity constraint, the sum of any collection of variables cannot be negative. Hence the smallest possible feasible value of such a sum is zero. If the smallest feasible sum is strictly positive, then the implication is that it is impossible to set all the designated variables to zero.
Applying this simple idea to artificial variables we obtain the following recipe:
To set all the artificial variables to zero, solve a linear programming problem derived from the canonical form of the original problem by replacing the original objective function by the sum of all the artificial valriables and setting opt=min.
If the optimal value of the modified objective function is not equal to zero, then the problem (system of constraints) is not feasible.

To illustrate the modelling aspects of this approach let us re-examine the following little example:
x1 + 3x2 + 7x3 > = 25
-3x1 - 2x2 + 7x3 = - 5
2x1 + x2 + 4x3 < = 10
   x2,x3 >= 0
Taking case of its violations of the standard form we obtain the following canonical form:
 x1 -  x2 + 3x3 + 7x4 - x5 + x6 = 25
3x1 - 3x2 + 2x3 - 7x4 +
x7 =  5
2x1 - 2x2 +  x3 + 4x4 +


x8 = 10
xj>= 0 , j=1,...,8
There are two artificial variables, namey x6 and x7. Thus, Phase 1 of the 2-Phase method involves the following linear programming problem:
w* := min w := x6 + x7
 x1 -  x2 + 3x3 + 7x4 - x5 + x6 = 25
3x1 - 3x2 + 2x3 - 7x4 +
x7 =  5
2x1 - 2x2 +  x3 + 4x4 +


x8 = 10
xj>= 0 , j=1,...,8
If we now incorporate the objective function in the constraint in the usual manner and place the new variable, namely w last, we obtain the following system:
 x1 -  x2 + 3x3 + 7x4 - x5 + x6 = 25
3x1 - 3x2 + 2x3 - 7x4 +
x7 =  5
2x1 - 2x2 +  x3 + 4x4 +


x8 = 10
                  - x6 - x7  
+ w =  0
xj>= 0 , j=1,...,8, w>= 0
Note that this system is not in a canonical form because the columns of the artificial variables are not elementary columns. To obtain a canonical form we have to add the rows of the artificial variables to the last row. This yields:
 x1 -  x2 + 3x3 + 7x4 - x5 + x6 = 25
3x1 - 3x2 + 2x3 - 7x4 +
x7 =  5
2x1 - 2x2 +  x3 + 4x4 +


x8 = 10
4x1 - 4x2 + 5x3 +   - x5 +        
  w = 30
xj>= 0 , j=1,...,8, w>= 0
This is then the system that will be used to initialise the simplex algorithm for Phase 1 of the 2-Phase method. Of course, the column of w will not appear in the tableau.
We can ditinguish between two cases as far as the end of Phase 1 is concerned, namely:
  • Case 1: w* > 0 : The optimal value of w is greater than zero.
  • Case 2: w* = 0 : The optimal value of w is equal to zero.
In Case 1 we conclude that the LP problem under consideration does not have a feasible solution whereas Case 2 implies that the constraints are feasible, hence the problem under consideration possesses a feasible solution.

The following final simplex tableau is an example of Case 1:
x1 x2 x3 x4 x5 x6 x7 w
RHS
1 -1 2 7 -1   2  
25
  -3 1 -7   1 1  
 5
  -2 -1 -4     -1 1
5

One artificial variable (x6) is in the basis and is not equal to zero. The problem does not have a feasible solution.
It should be noted that although Case 2 implies that all the artificial variables are equal to zero, this does not mean that they are all out of the basis.
So it is necessary to consider Case 1 in more detail, namey:
  • Case 2.1: All the artificial variables are non-basic.
  • Case 2.2: some of the artificial variables are in the basis
In Case 2.1 we proceed to Phase 2 of the 2-Phase method replacing the objecitve function of Phase 1 with the original objecitve function. This will typically violate the canonical form of the problem and thus pivot operations may have to be used to restore the canonical form.
The following is a typical example of Case 2.1
x1 x2 x3 x4 x5 x6 x7 w
RHS
1 -1 2 7     2  
25
  -3 1 -7 1 1 1  
 5
  -2 -1     -3 -1 1
0
The two artificial variables are not in the basis, hence w is equal to zero.
Case 2.2 represents a degenerate basis, namely a situation where one or more of the basic variables are equal to zero. Here is an example:
x1 x2 x3 x4 x5 x6 x7 w
RHS
1 -1 2 7 -1   2  
25
  -3 1 -7   1 1  
 0
  -2 -1 -4     -1 1
0

To take a degenerate artificial variable out of the basis we pivot on any non-artificial variable whose coefficient in the row of the artificial is not equal to zero and enter it into the basis.
Fore example, in the table above, we can replace x6 by either x2 or x3 or x4.