Senin, 13 Februari 2012

Keputusan sang Penguasa

Hal yang sangat membuat aku terpukul dan gag ngerti sampai saat ini adalah kepindahanku ke kampus yang baru. Sungguh disesalkan semua ini, ketika aku sudah benar-benar mencintai kampusku dan seluruh isinya, tapi harus dipindahkan disebuah kampus yang sangat jauh. Di kampusku yang dulu aku bisa menemukan keluarga baru, merasa bahagia sekalipun saat susah, dan yang pasti kampusku sudah menjadi rumah keduaku. Jika ditanya ini salah siapa, tidak akan pernah ditemukan jawabannya. Yang pasti, keputusan Sang Penguasa yang menyebabkan ini semua terjadi. Bukan karena kampusku mengalami kegagalan, bukan karena kampusku bermasalah, bahkan kampusku sedang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat, dan juga waktu itu sudah hampir terwujud menjadi kampus impian kami kerena kami mendapat dana pengenbangan kampus dari pemerintah yang totalnya ratusan juta rupiah, namun keputusan itu yang menghancurkan impian kami. Seluruh mahasiswa harus dipindahkan di kampus lain.
Tidak hanya aku yang mengalami kepedihan ini, semua dosen, staf dan teman-temanku mahasiswa pun menyesalkannya dan sampai saat ini masih belum bisa menerima keputusan itu meskipun kami sudah memulai kegiatan perkuliahan dikampus yang baru itu.
Tidak perlu disebutkan nama kampus ini, yang pasti ini adalah hal yang sangat memukul aku.
Aku harus kehilangan sosok seorang pemimpin yang selama ini menjadi idolaku, menjadi panutanku, yang memberi inspirasi buatku yaitu Rektor excellent yang sangat aku banggakan di kampus lamaku beserta istri beliau. meskipun kami tetap bisa berjumpa, namun suasana yang sangat hangat yang aku temui di kampus tercintaku sudah tidak ada lagi. demikian juga dengan para staf-staf kampus dan dosen yang sangat luar biasa. Mereka sudah menjadi keluarga buat aku, mereka mau menjadi tempat curahan hati para mahasiswa dan selalu memberikan dukungan positif bagi seluruh mahasiswa, dan tentunya teman-teman seperjuanganku. Iya memang kami dipindahkan secara bersama-sama dan sebagian dosen ikut megngajar di kampus yang baru, namun suasana kehangatan, kekeluargaan yang aku rasakan dulu sudah tidak lagi ada.Tapi mau atau tidak ini harus aku jalani.

Aku menulis ini hanya karena ingin mengungkapkan perasaanku.

Masih terasa seperti mimpi, dan kangen dengan 'rumah'ku...
LOVE U ALL.